tv online
Senin, 19 November 2018

Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A Malam Pekan Hari Ini

Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A Malam Pekan Hari Ini – Kita dapat menengok dalam perburuan titel musim 1999/2000. Kala itu, Juventus hampir juara. Mereka unggul 9 angka dari Lazio sampai minggu ke 20-an. Tetapi, dengan gagah berani, Lazio dapat menguber ketertinggalan sampai tinggal defisit 2 angka. Malapetaka juga berlangsung pada minggu 33 musim itu. Kala itu Juventus menjamu AC Parma, satu diantara club yg pernah masuk dalam Seven Magnificent-nya Serie A.

Dalam pertandingan itu, Juventus menang 1-0. Tetapi, ada satu buah gol Parma yg dibatalkan. Gol itu lahir dari tandukan Fabio Cannavaro yg pas itu masih tetap menjabat jadi kapten Parma. Dari siaran ulang tampak tak ada pelanggaran apapun. Wasit yg untungkan Juventus ini lalu mengundang tidak setuju dari Laziale, supporter Lazio. Mereka mengira keras berlangsung penyusunan score yg dilaksanakan mafia kompetisi supaya Juventus memenangkan Serie A musim itu.

Selama minggu, Laziale turun ke jalan. Mereka berdemonstrasi menuntut supaya ada perubahan besar menyangkut hasil kompetisi Juventus vs Parma. Bahkan juga, mereka mengumandangkan slogan “Play off atau Perang”. Maklum, kalau gol Fabio Cannavaro sah, score juga akan jadi 1-1. Dengan hal tersebut, Juventus punya point 69, sama juga dengan Lazio. Tetapi, demonstrasi ini tidak digubris. Bahkan juga, sebagian Laziale pernah hadapi pentungan petugas keamanan.

Italia juga memanas pada minggu 34 atau minggu paling akhir Serie A yg pas musim itu, Serie A masih tetap punya 18 club peserta jadwal liga italia sesaat sekarang ini 20 club. Laziale hingga mengusung keranda ke Stadion Olimpico pas klubnya bertanding. Keranda itu digunakan jadi sindiran pada federasi sepakbola Italia (FIGC) serta penyelenggara Liga Italia, Lega Calcio pada mafia kompetisi. Laziale menyebutkan kalau sepak bola telah mati karna skandal pertandingan Juventus vs Parma oleh mafia kompetisi.

Tetapi, keajaiban yg tidak dikira-sangka malah berlangsung. Lazio sukses menang hadapi Piacenza dengan score 3-0. Para pemirsa turun ke lapangan Stadion Olimpico, mencabuti rumput, jala, serta bahkan juga memohon kaus serta celana banyak pemain Lazio. Mengakibatkan, pemain seperti Juan Sebastian Veron, mesti ikhlas sekedar memaki kaus serta celana dalam saja. Disamping itu, Juventus berkunjung ke markas Perugia. Yang lebih dramatis, pernah berlangsung hujan deras yg memaksa kompetisi dihentikan.

Harusnya, kompetisi Perugia vs Juventus serta Lazio vs Piacenza dilangsungkan dengan serentak. Tetapi, hujan ini buat pertandingan Juventus berhenti lebih dari 45 menit. Pada akhirnya, dengan lapangan basah, wasit Pierluigi Collina mulai sekali lagi kompetisi tahap ke-2. Dengan dramatis, Alessandro Calori, bek Perugia, dapat cetak gol di menit 49. Juventus yg diperkirakan menang gampang dari club itu, malah pada akhirnya kalah 1-0. Akhirnya, point mereka yg sekedar 71, disalip oleh Lazio yg sejumlah 72.

Media juga ramai memberitakan pesta juara Lazio musim itu. Pertama, kebetulan titel scudetto ini pas dengan perayaan 100 th. berdirinya Lazio (mulai sejak 1900). Kedua, pasti langkah yg demikian ramai dalam meraih kemenangan juara liga, walau perihal mafia kompetisi. Bahkan juga, gelar Lazio dibubuhi kalimat “Incredibile lotta Scudetto” (Peraih Juara dengan Langkah Yang Begitu Tidak Masuk Akal). Dalam hal semacam ini, Lazio berhasil menaklukkan mafia kompetisi yg pernah mengatur Juventus untuk memenangkan liga.